Suaraindo.id – Pelantikan kembali Hj. Meilinda sebagai Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatera Selatan (TI Sumsel) untuk masa bakti 2026–2030 menandai konsolidasi kepemimpinan yang dinilai berhasil mengangkat prestasi daerah di level nasional hingga internasional.
Acara yang digelar di Jakarta, Rabu (16/4/2026), tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon.
Dalam sambutannya, Richard menegaskan bahwa keberlanjutan kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pembinaan atlet.
“Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Hj. Meilinda bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Selatan menunjukkan progres signifikan, baik dalam pembinaan atlet usia dini maupun pencapaian prestasi di berbagai kejuaraan nasional dan internasional,” ujar Richard.
Hj. Meilinda tercatat untuk kedua kalinya memimpin TI Sumsel, sebuah capaian yang mencerminkan kuatnya dukungan internal organisasi sekaligus pengakuan atas kinerjanya selama periode sebelumnya. Dalam masa jabatan pertamanya, TI Sumsel berhasil mencetak sejumlah atlet berprestasi yang tampil kompetitif di ajang nasional seperti PON maupun kejuaraan terbuka internasional.
Tak hanya itu, program pembinaan berjenjang yang diterapkan—mulai dari tingkat daerah hingga pelatnas—dinilai mampu memperluas basis atlet potensial. Sejumlah atlet muda Sumsel bahkan berhasil menembus kejuaraan tingkat Asia dan meraih medali, memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu kekuatan baru dalam peta taekwondo nasional.
Di sisi organisasi, Meilinda juga dinilai berhasil memperbaiki tata kelola kepengurusan, termasuk penguatan sistem kompetisi daerah dan peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi berstandar nasional.
Dalam pernyataannya usai pelantikan, Hj. Meilinda menegaskan bahwa periode kedua ini akan difokuskan pada peningkatan kualitas prestasi, bukan sekadar kuantitas partisipasi.
“Kami tidak ingin hanya banyak ikut kejuaraan, tetapi memastikan atlet Sumsel mampu naik podium secara konsisten. Fokus kami adalah pembinaan berbasis data, peningkatan kualitas pelatih, dan penguatan mental tanding atlet,” kata Meilinda.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan olahraga untuk memastikan keberlanjutan program pembinaan.
Dengan rekam jejak yang telah dibangun, periode kedua kepemimpinan Meilinda menjadi ujian lanjutan: apakah TI Sumsel mampu melompat dari sekadar kompetitif menjadi dominan di tingkat nasional—bahkan berbicara lebih jauh di panggung internasional. (WNA)













