Sosialisasikan Program G to G Jepang, Kepala BP2MI Padang : PMI Dilindungi dan Sejahtera

  • Bagikan

Suaraindo.id- UPT BP2MI Padang Sosialisasikan Program G to G Jepang Batch XVI kepada alumni keperawatan, Perwakilan STIKES/ AKPER/ Poltekes/ Universitas/ Institute, PPNI/ AIPNI/ AIPVIKI Kota Padang di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (10/03/2022).

Diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah untuk persiapan penempatan PMI Program G to G Jepang Batch XVI yang pendaftarannya telah dibuka sejak bulan Maret hingga Juni 2022 untuk lulusan Keperawatan dan Non Keperawatan dengan syarat memiliki sertifikat careworker dan kompetensi bahasa Jepang minimal level N5.

Kegiatan tersebut juga terlaksana atas kolaborasi UPT BP2MI Padang dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Padang.

Hadir sebagai narasumber kegiatan, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Agustinus Gatot Hermawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Dian Fikri, serta Plh. Kabid Pelatihan Penempatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat, Rina Adyanti.

Untuk memotivasi para calon PMI dan peserta sosialisasi, BP2MI Padang juga menghadirkan testimoni salah seorang PMI Program G to G Jepang asal Kota Padang yang telah bekerja di Jepang selama 5 tahun dan telah mendapatkan izin tinggal dan menetap di Jepang yakni Tika Septia.

Kepala UPT BP2MI Padang, Bayu Aryadhi mengatakan PMI yang bekerja ke Jepang sangat dilindungi dan sejahtera dari segi gaji yang besar dibandingkan di Indonesia.

” Tadi kita sudah tanya jawab langsung dengan salah seorang PMI asal Sumbar yang saat ini tengah bekerja di Jepang menceritakan dari segi keamanan PMI kita terlindungi serta disejahterakan,” Kata Bayu dihadapan 120 orang peserta yang hadir.

Bayu berharap di awal penempatan tahun 2022, warga Sumatera Barat khususnya Kota Padang dapat memanfaatkan peluang Program G to G Jepang tersebut.

“Program G to G ini pendaftatannya mudah, kemudian aman, jadi jangan khawatir untuk mengikuti program G to G, Karena ini program pemerintah dengan pemerintah, Jadi masyarakat jangan ragu,” Harapnya.

Sementara itu terkait pelindungan selama bekerja di Jepang, Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Agustinus Gatot Hermawan menjelaskan pemerintah Jepang sangat memberikan keamanan bagi pekerja asing yang bekerja di negaranya.

“Sebelumnya masyarakat sumbar banyak memilih ke Malaysia, sedangkan Jepang sangat memberikan keamanan lebih kepada pekerja asingnya, selain itu dari segi gaji di Jepang sangat besar,” ucapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Dian Fikri, yang hadir mewakili Walikota Padang sangat mengapresiasi Program G to G Jepang. Ia menyatakan program ini dapat membantu mengurangi pengangguran khususnya lulusan kesehatan yang ada di Kota Padang.

Dian Fikri mengatakan Pemerintah Kota Padang akan membantu program G to G agar bisa diminati oleh masyarakat kota Padang untuk peningkatan perekonomian keluarga mereka.

“Sesuai visi Pemko Padang yaitu Kota Pendidikan, Perdagangan, dan Pariwisata maka kita sudah berhasil menumbuhkan banyaknya sekolah – sekolah keperawatan ini dan surplus sekali, dan tidak disalurkan untuk bekerja maka tidak sesuai dengan tujuan kita, maka program G to G ini menjadi peluang emas,” Katanya.

Dian menambahkan kedepannya Pemko Padang akan mendorong adanya sebuah lembaga terverifikasi yang bisa megeluarkan sertifikat careworker hadir di Padang.

“Kita mendorong lembaga yang bisa mengeluarkan sertifikasi careworker ada di Padang agar masyarakat tidak perlu ke Jakarta, sementara untuk perawat banyak yang telah mendapatkan STR,” tambahnya.

Penulis: RedEditor: Yusman
  • Bagikan