Salurkan Bantuan Korban Banjir, Pemprov Kalteng Jalin Sinergitas dengan TNI-Polri

  • Bagikan
Salurkan Bantuan Korban Banjir, Pemprov Kalteng Jalin Sinergitas dengan TNI-Polri

Suaraindo.id– Sebagai respons dan tanggap darurat dampak banjir sekigus, dalam rangka penanganan dampak banjir di Kalteng, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus membangun sinergisitas dengan semua pemangku kepentingan dan stakeholder, termasuk membangun kerja sama yang sinergis dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan gerak langkah dan nawaitu yang sama untuk membantu masyarakat Kalimantan Tengah “Satu Frekuensi-Berkah”.

Sebagai bentuk pengejawantahan tekad satu frekuensi tersebut, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyerahkan secara simbolis bantuan sosial (bansos) kepada Korem 102/Pjg, bertempat di Halaman Makorem 102/Pjg, Rabu (19/1/2022).

Bansos ini nantinya akan didistribusikan oleh Korem 102/Pjg melaui jajaran TNI sampai tingkat desa kepada masyarakat terdampak banjir yang ada di Kalteng.

Dalam sambutannya Gubernur mengatakan bahwa TNI memiliki struktur yang kuat hingga ke tingkat desa, sehingga distribusi bantuan akan sampai pada sasaran.

“Pemprov. Kalteng tentu tidak akan maksimal dalam distribusi bantuan tanpa bantuan dari TNI, karena institusi ini memiliki struktur dan komando yang kuat dari atas hingga ke bawah, maka penanganan distribusi bantuan ini merupakan sinergisitas antara Pemprov dan jajaran TNI perwujudan dari tekad satu frekuensi,” ucap Sugianto.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng per tanggal 18 Oktober 2022 bahwa saat ini banjir telah terjadi di delapan kabupaten dan satu kota yaitu Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, Kota Palangka Raya, Pulang Pisau dan Barito Utara.

“Total wilayah terdampak sebanyak 40 Kecamatan, 213 Desa/Kelurahan, 19.698 Kepala Keluarga, 58.152 Jiwa, dan Pengungsi 89 KK, 289 Jiwa. Data ini terus diupdate perkembangannya dengan kabupaten/kota,” ungkapnya.

Menurut Sugianto, bencana banjir pada bulan Oktober 2022 ini merupakan yang ketiga kalinya dalam tahun ini setelah pada bulan Agustus dan bulan September 2022.

“Kabupaten yang sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir sebanyak enam kabupaten yaitu: Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Katingan, sedangkan Seruyan dalam proses penetapan perpanjangan status tanggap darurat,” jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur menyebut bencana banjir memberikan dampak pada lebih 50% kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalteng dan telah berulang terjadi, untuk itu Pemerintah provinsi Kalteng terus memantau penanganan banjir yang dilakukan oleh kabupaten/kota, dan telah menyalurkan berbagai bantuan ke kabupaten/kota terdampak banjir.

“Banjir ini menyebabkan masyarakat petani kehilangan mata pencaharian, mereka tidak bisa bercocok tanam dan bahkan gagal panen, karena lahannya terendam banjir. Hal tersebut mencetus permasalahan baru bidang sosial dan ekonomi,Sehubungan dengan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 17 Oktober 2022, selama 21 hari ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi. Kalteng selain memberikan bantuan paket sembako sebanyak 40.000 paket yang akan didistribusikan dengan dukungan Korem 102/Panju Panjung dan Polda Kalteng, nantinya akan ditambah dengan beras yang juga melalui Korem dan Polda Kalteng, masing-masing sebanyak 100 ton.

“Bantuan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Katingan, Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau akan didistribusikan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, sedangkan bantuan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara akan didistribusikan oleh Korem 102/Panju Panjung,” pungkasnya.

  • Bagikan