Diskumdag dan Dekranasda Pontianak Adakan Workshop Pembuatan Miniatur Ikon Kota untuk Tumbuhkan Wirausaha Baru

  • Bagikan
Pj Ketua Dekranasda Kota Pontianak Giarti Pancaksani Suwarsaningsih membuka workshop keterampilan Miniatur Ikon Kota Pontianak di Gedung UMKM Center. SUARAKALBAR.CO.ID/ Prokopim Pontianak.

Suaraindo.id – Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak menggelar Workshop Pelatihan Pembuatan Miniatur Ikon Kota Pontianak. Bertempat di Gedung UMKM Center, kegiatan yang berlangsung pada Rabu (13/11/2024) ini dihadiri oleh 30 peserta, mayoritas anak muda.

Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Giarti Pancaksani Suwarsaningsih, menyampaikan harapannya bahwa workshop ini dapat menginspirasi para pegiat seni dan kerajinan lokal untuk lebih kreatif. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada teknik membuat ikon Kota Pontianak, seperti Tugu Khatulistiwa, Meriam Karbit, dan Masjid Jami, tetapi juga bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat generasi muda dalam berkarya di bidang kriya.

“Seiring perkembangan zaman, semakin berkurang kesadaran generasi muda untuk menjadi bagian dari pelaku kriya lokal, dan ini tentu menjadi kekhawatiran. Harapan saya, keterampilan membuat miniatur ikon kota ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal dan mengembangkan budaya kriya berbasis kearifan lokal,” ujar Giarti usai membuka workshop.

Lebih lanjut, Giarti menginginkan hasil kreasi miniatur ini memiliki tingkat ketelitian tinggi, sehingga dapat menjadi suvenir atau produk khas Pontianak yang bernilai jual. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh peserta dalam workshop ini terus berkembang, agar dapat menghasilkan kreasi yang inovatif dan berkualitas.

Kusmiati, Ketua Panitia Workshop, menjelaskan bahwa acara ini mengusung tema Menumbuhkembangkan Wirausaha Baru. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 13 hingga 15 November, dengan peserta dibagi menjadi dua kelompok yang akan dibimbing oleh narasumber berpengalaman di bidang kriya.

“Workshop ini diharapkan menjadi awal terbentuknya wirausaha baru yang mengusung ikon lokal sebagai produk kreatif yang bernilai ekonomi. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan ilmu yang didapat untuk menciptakan peluang usaha dan mengembangkan potensi diri,” tutur Kusmiati.

Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan wirausaha baru yang mampu menghadirkan produk khas Kota Pontianak, mempopulerkan ikon budaya setempat, serta memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan