Suaraindo.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau mencatat angka putus sekolah di wilayahnya masih tergolong tinggi. Hingga tahun 2026, jumlah pelajar yang tidak melanjutkan pendidikan mencapai lebih dari 3.000 orang dari berbagai jenjang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Alipius, usai pelantikan kepala sekolah yang digelar di Aula SMP Negeri 2 Sanggau, Selasa (20/1/2026).
“Angka putus sekolah kita sampai tahun 2026 ini di atas tiga ribuan. Untuk data pastinya nanti saya cek kembali di kantor, tapi jumlahnya memang di atas tiga ribu,” ungkap Alipius.
Ia menjelaskan, ribuan pelajar yang putus sekolah tersebut merupakan akumulasi dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Namun, angka tertinggi terjadi pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Putus sekolah yang paling banyak itu di jenjang SMA. Hal ini karena SMA umumnya berada di ibu kota kecamatan, sementara peserta didik kita tersebar hingga ke wilayah pedesaan. Jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal menjadi salah satu faktor yang membuat siswa memilih tidak melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Sebagai upaya menekan angka putus sekolah, Pemerintah Kabupaten Sanggau telah melakukan sejumlah intervensi. Salah satunya dengan mengajak kembali anak-anak yang masih dalam usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal.
“Kami memasukkan mereka ke Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) untuk mengikuti pendidikan paket A, B, dan C, sesuai jenjangnya,” kata Alipius.
Namun demikian, ia mengakui bahwa tidak semua kasus putus sekolah mudah ditangani. Menurutnya, faktor ekonomi relatif lebih mudah diatasi dibandingkan persoalan rendahnya minat siswa untuk kembali bersekolah.
“Kalau putus sekolah karena faktor ekonomi, itu relatif lebih mudah kita ajak kembali. Yang paling sulit justru kalau dari diri siswa sendiri memang sudah tidak mau sekolah,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang berkelanjutan, angka putus sekolah di Kabupaten Sanggau dapat terus ditekan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













