Suaraindo.id – Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini disampaikan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi langsung dengan pihak Pertamina terkait kondisi stok dan distribusi energi di daerah.
Bupati Alex mengatakan, hasil pertemuan bersama pihak Pertamina menunjukkan bahwa pasokan BBM di Ketapang berada pada level aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaannya.
“Setelah melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina, kita pastikan stok BBM di Ketapang aman. Mulai hari ini SPBU akan beroperasi hingga malam hari sampai menjelang Lebaran,” ujar Alex, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, kebijakan memperpanjang jam operasional SPBU tersebut merupakan langkah antisipatif untuk mengurai potensi antrean kendaraan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh BBM di tengah meningkatnya mobilitas menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain BBM, Bupati juga memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon serta berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat di Ketapang berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan di tingkat distribusi.
“Tidak perlu panic buying. Sudah kita pastikan untuk di Ketapang semua kebutuhan aman menjelang Lebaran,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alex juga mengingatkan para pengelola SPBU, agen, serta pangkalan LPG agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah daerah juga meminta aparat penegak hukum bersama pihak Pertamina Patra Niaga untuk mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran atau penyalahgunaan dalam distribusi BBM dan LPG di lapangan.
Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Ketapang, Riza, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah daerah yang berkoordinasi dengan Pertamina dalam memastikan kelancaran distribusi energi menjelang Idulfitri.
Menurut Riza, kebijakan memperpanjang jam operasional SPBU hingga malam hari merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
“Hiswana Migas Ketapang mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Pertamina yang telah mengantisipasi kebutuhan energi masyarakat menjelang Idulfitri. Dengan operasional SPBU hingga malam hari, diharapkan antrean dapat terurai dan masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh pengelola SPBU di Ketapang siap menjalankan kebijakan tersebut demi menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM, LPG, maupun kebutuhan pokok di daerah.













