SuaraIndo.Id – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 2 (UPP KLB 2) melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Semester I Tahun 2026 secara daring sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) yang berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Sistem Manajemen Pengamanan selama Semester I Tahun 2026 sekaligus menetapkan langkah-langkah perbaikan dalam rangka meningkatkan kinerja pengamanan di lingkungan PLN UPP KLB 2.Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Semester I Tahun 2026.
Rapat dipimpin oleh Manager PT PLN (Persero) UPP KLB 2 Ronald Lapasau dan diikuti oleh jajaran manajemen serta personel terkait di lingkungan UPP KLB 2. Dalam pelaksanaannya, dilakukan pemaparan terhadap capaian implementasi setiap elemen Sistem Manajemen Pengamanan, evaluasi pencapaian sasaran pengamanan, identifikasi peluang perbaikan, serta penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bagian dari proses continuous improvement dalam penerapan Sistem Manajemen Pengamanan.
Beberapa agenda yang menjadi fokus pembahasan meliputi evaluasi kebijakan dan komitmen pengamanan, pola pengamanan, konfigurasi pengamanan, peningkatan kompetensi personel pengamanan, monitoring dan evaluasi pengamanan, serta rencana penguatan sarana dan prasarana pendukung keamanan. Selain itu, dibahas pula pelaksanaan berbagai program pada Semester II Tahun 2026, di antaranya pelaksanaan simulasi tanggap darurat, sosialisasi bidang pengamanan, peningkatan kompetensi personel melalui pelatihan dan sertifikasi, penguatan fungsi Command Center, kalibrasi peralatan pengamanan, serta monitoring pencapaian Maturity Level Keamanan.
Manager PT PLN (Persero) UPP KLB 2, Ronald Lapasau, menyampaikan bahwa pelaksanaan RTM menjadi bagian penting dalam siklus penerapan Sistem Manajemen Pengamanan yang berorientasi pada peningkatan berkelanjutan. "Melalui Rapat Tinjauan Manajemen ini kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap implementasi Sistem Manajemen Pengamanan selama Semester I Tahun 2026. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program kerja dan langkah-langkah perbaikan pada Semester II sehingga implementasi pengamanan di lingkungan UPP KLB 2 semakin efektif, adaptif terhadap perkembangan risiko, serta mampu mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh insan PLN maupun mitra kerja," ungkap Ronald.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Kalimantan Bagian Barat, Susilo, dalam arahannya menyampaikan bahwa Sistem Manajemen Pengamanan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan yang aman, andal, dan berkelanjutan. "Rapat Tinjauan Manajemen bukan sekadar menjadi forum evaluasi, tetapi juga merupakan sarana untuk memastikan bahwa seluruh proses pengamanan berjalan secara efektif dan terus mengalami peningkatan. Saya berharap seluruh unit kerja dapat mengimplementasikan hasil evaluasi ini secara konsisten sehingga budaya keamanan semakin kuat, risiko dapat dikelola dengan baik, serta mampu mendukung keberhasilan perusahaan dalam menjalankan tugas penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat," ujar Susilo.
Pelaksanaan RTM ini menunjukkan komitmen PT PLN (Persero) UPP KLB 2 dalam menerapkan prinsip Plan-Do-Check-Action (PDCA) pada Sistem Manajemen Pengamanan sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik. Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, PLN berharap seluruh program pengamanan dapat terus ditingkatkan kualitasnya, memperkuat budaya keamanan di lingkungan kerja, serta mendukung keberhasilan operasional perusahaan yang aman, andal, dan berkelanjutan.