Prestasi Nonakademik Dongkrak Minat Siswa Baru, Pendaftar SMAN 3 Selong Meningkat

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID -----
Prestasi nonakademik yang terus ditorehkan siswa SMAN 3 Selong Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu faktor meningkatnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

‎Pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, jumlah pendaftar meningkat signifikan hingga sekolah menambah jumlah rombongan belajar (rombel) dari tujuh menjadi delapan rombel.

‎Kepala SMAN 3 Selong, Syawalul Fitri, mengatakan seluruh rombel yang tersedia telah terisi. Bahkan, pihak sekolah mengajukan penambahan kuota siswa per rombel dari 36 menjadi 40 orang untuk mengakomodasi tingginya jumlah pendaftar.

‎“Awalnya kuota kita per rombel itu 36 orang. Tapi kita bersurat supaya ditambah menjadi 40 orang. Alhamdulillah disetujui menjadi 40 orang,” ujar Syawalul saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 28 Juli 2026.

‎Menurutnya, meningkatnya jumlah pendaftar tidak terlepas dari capaian siswa di berbagai ajang nonakademik, khususnya bidang olahraga. Dalam beberapa tahun terakhir, siswa SMAN 3 Selong rutin meraih prestasi mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

‎“Alhamdulillah prestasi anak-anak kami di bidang nonakademik semakin meningkat. Beberapa bulan ini kami mengirim belasan siswa mengikuti O2SN tingkat provinsi dan sebagian besar berhasil menjadi juara,” katanya.

‎Prestasi terbaru ditorehkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.

‎Dua siswi SMAN 3 Selong berhasil meraih medali emas dan perak, sementara siswa lainnya juga sukses menyumbangkan medali di cabang olahraga atletik. Capaian tersebut semakin memperkuat reputasi sekolah dalam bidang olahraga.

‎Syawalul mengakui, untuk prestasi akademik SMAN 3 Selong masih menghadapi persaingan dengan sekolah lain di Kota Selong. Namun, pada bidang nonakademik, sekolahnya mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan.

‎“Kalau di nonakademik kita tidak kalah dengan sekolah yang lain. Beberapa kali siswa kami sudah berhasil menjadi juara,” ungkapnya.

‎Untuk menjaga konsistensi prestasi tersebut, sekolah melakukan penjaringan bakat sejak peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

‎Siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga maupun bidang lainnya kemudian mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

‎“Saat MPLS kita cari siswa-siswi yang memiliki bakat untuk kita bina. Itu kita kawal terus supaya bakat mereka bisa berkembang dan berprestasi,” jelasnya.

‎Selain prestasi, SMAN 3 Selong juga menerapkan program sekolah ramah anak sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Program tersebut difokuskan untuk mencegah perundungan melalui pengawasan yang lebih intensif terhadap aktivitas siswa.

‎Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh siswa diwajibkan mengikuti kegiatan iman dan takwa (imtak). Sekolah juga mengedepankan budaya saling menghormati antara siswa senior dan junior serta memperketat pengawasan saat jam istirahat.

‎“Kalau ada anak-anak yang berkelompok-kelompok langsung kami tindak lanjuti. Penjagaan saat jam istirahat juga kami perketat supaya tidak ada siswa yang keluar dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

‎Sementara itu, salah seorang siswi berprestasi, Septika, mengaku keberhasilannya meraih medali tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah. Dukungan tersebut diberikan mulai dari persiapan latihan hingga pelaksanaan pertandingan.

‎“Alhamdulillah sekolah sangat mendukung. Kami difasilitasi dan dibiayai langsung oleh sekolah. Untuk bisa juara memang harus latihan lebih keras, apalagi harus pandai membagi waktu antara latihan dan sekolah,” ujarnya.

‎Dengan berbagai prestasi yang terus diraih, SMAN 3 Selong optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pembinaan siswa, sehingga tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Lombok Timur.

Share:
Komentar

Berita Terkini