Suaraindo.id - Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Asahan menandatangani komitmen bersama untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan, Minggu 24 Agustus 2026.
Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi antara kedua instansi beberapa waktu lalu. Informasi kegiatan tersebut diunggah melalui akun resmi Facebook Dinas Pendidikan Asahan.
Komitmen yang disepakati menjadi langkah nyata dalam mendukung implementasi Kurikulum Integrasi Anti Narkoba atau IKAN, serta Program ANANDA BERSINAR yang merupakan singkatan dari Aksi Nasional Anti Narkotika Anak Usia Dini.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Asahan diharapkan mendapatkan edukasi dan pendampingan sejak dini. Program ini juga menyasar peningkatan kapasitas guru dan keterlibatan orang tua agar lebih peka dalam mengenali serta mencegah risiko penyalahgunaan narkoba.
Kepala Dinas Pendidikan Asahan menegaskan, sinergi dengan BNN penting agar pesan-pesan pencegahan tidak hanya berhenti di tingkat kebijakan, tetapi benar-benar masuk ke ruang kelas.
"Bersama kita wujudkan satuan pendidikan yang sehat, aman, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika," ujarnya dalam keterangan resmi.
Dengan ditandatanganinya komitmen ini, Dinas Pendidikan Asahan dan BNN akan segera menyusun rencana aksi bersama. Fokusnya pada pelatihan guru, penyusunan modul IKAN, serta sosialisasi ANANDA BERSINAR di sekolah-sekolah.
