Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Bantah Isu Perselingkuhan, Kuasa Hukum Ancam Tempuh Jalur Hukum

Editor: Admin author photo

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir menggelar unjuk rasa di lingkungan sekolah, Rabu (5/8/2026), menyusul beredarnya video viral di media sosial yang diduga melibatkan dua oknum guru.
Suaraindo.id – Guru SMK Negeri 1 Mempawah Hilir berinisial SN akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu dugaan perselingkuhan yang ramai beredar di media sosial hingga memicu aksi unjuk rasa siswa di lingkungan sekolah.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan kepada publik, SN dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam hubungan perselingkuhan. Ia menyatakan kabar yang beredar telah merugikan dirinya, baik secara pribadi maupun sebagai tenaga pendidik.

“Saya tidak pernah melakukan perbuatan perselingkuhan sebagaimana yang telah dituduhkan, diisukan, maupun disebarluaskan oleh pihak-pihak tertentu. Tuduhan tersebut tidak benar dan telah menimbulkan persepsi negatif yang merugikan diri saya,” ujar SN, Kamis (6/8/2026) malam.

SN menjelaskan, hubungannya dengan US yang juga merupakan guru di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir hanya sebatas hubungan profesional sebagai rekan kerja. Ia menegaskan tidak pernah memiliki hubungan di luar kepentingan pekerjaan maupun kedinasan.

Menurutnya, tuduhan yang berkembang di masyarakat juga belum didukung bukti yang dapat membuktikan adanya tindakan perselingkuhan sebagaimana yang disampaikan dalam isu tersebut.

Dalam klarifikasinya, SN turut membeberkan kronologi kejadian yang menjadi pemicu munculnya video viral di media sosial. Ia mengaku awalnya bertemu dengan US di kawasan Indomaret depan Aming Coffee.

Saat itu, kata SN, US menyampaikan hendak menuju Sungai Pinyuh untuk menemui seorang teman. SN kemudian ikut menumpang kendaraan tersebut tanpa mengetahui bahwa perjalanan akhirnya menuju Hotel Patoka.

Setibanya di lokasi, SN mengaku tetap berada di dalam mobil yang terparkir di halaman hotel, sementara US masuk ke bagian lobi untuk menemui rekannya.

Tidak lama kemudian, istri US bersama adiknya datang ke lokasi. Peristiwa tersebut kemudian direkam dan videonya menyebar luas di media sosial hingga memunculkan berbagai dugaan dari masyarakat.

SN menilai penyebaran video tersebut telah membentuk opini yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Informasi yang beredar telah memunculkan persepsi yang merugikan saya, baik secara pribadi, keluarga, maupun sebagai seorang pendidik,” ungkapnya.

Akibat isu tersebut, SN mengaku mengalami dampak besar, mulai dari rusaknya nama baik, kehormatan, hingga tekanan psikologis terhadap dirinya dan keluarga.

Sementara itu, kuasa hukum SN dari Yayasan Bantuan Hukum Mempawah Bestari, Deky Mulyadi, S.H., M.H., meminta seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran informasi yang dinilai belum terbukti kebenarannya.

Deky mengimbau masyarakat agar tidak mudah menarik kesimpulan maupun membangun opini yang dapat merugikan pihak tertentu. Ia juga meminta pihak yang telah menyebarkan tuduhan agar melakukan klarifikasi dan pemulihan nama baik kliennya.

“Kami meminta pihak-pihak yang telah menyebarkan tuduhan untuk melakukan klarifikasi. Apabila tidak ada itikad baik, kami siap menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Deky.

Ia menyebut pihaknya memberikan waktu 1 x 24 jam kepada pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi. Jika dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi elektronik terus berlanjut, langkah hukum akan dipertimbangkan.

Selain itu, Deky juga menyayangkan adanya dugaan keterlibatan oknum komite sekolah yang disebut ikut mendorong aksi unjuk rasa siswa dengan tuntutan agar SN tidak lagi mengajar di SMK Negeri 1 Mempawah Hilir.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan terhadap dua oknum guru yang dikaitkan dengan video viral tersebut masih berlangsung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui instansi terkait.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini