Kasdam XII/Tpr Hadiri Pelepasan Ekspor Alumina PT ICA di Pelabuhan Dwikora

Editor: Redaksi author photo

Kasdam XII/Tpr Hadiri Pelepasan Ekspor Alumina PT ICA di Pelabuhan Dwikora
Suaraindo.id – Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Bambang Sujarwo  menghadiri pelepasan ekspor aluminium hydroxide dan aluminium oxide milik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan aktivitas pengapalan industri alumina nasional, setelah sebelumnya sempat mengalami kendala akibat perbedaan interpretasi regulasi terkait Logam Tanah Jarang (LTJ).

Pelepasan ekspor secara resmi dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. Dalam kesempatan tersebut, Dudung menegaskan bahwa larangan ekspor LTJ hanya berlaku terhadap komoditas yang menjadikan LTJ sebagai produk utama.

Sementara itu, kandungan LTJ yang hanya merupakan unsur atau mineral ikutan dalam produk pertambangan maupun produk turunannya tidak termasuk dalam batasan larangan ekspor tersebut.

“Kegiatan ini menandai bahwa hambatan ekspor akibat perbedaan interpretasi dapat diselesaikan dan aktivitas pengapalan kembali lancar. Keberlanjutan produksi kini terjaga dan ribuan tenaga kerja di sektor alumina hingga industri pendukungnya tetap terlindungi,” ujar Dudung.

Kepastian regulasi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan operasional industri, sekaligus menjaga rantai pasok dan lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan sektor alumina.

Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Bambang Sujarwo mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha dan industri nasional.

Menurutnya, kepastian hukum menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi sekaligus menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

“Kodam XII/Tpr mendukung penuh keberlanjutan roda ekonomi di wilayah Kalimantan Barat. Kepastian hukum ini penting, tidak hanya bagi kepastian iklim investasi dan operasional industri nasional, tetapi juga untuk menjaga kesejahteraan serta lapangan kerja masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada rantai pasok industri ini,” tegas Bambang.

Pelepasan ekspor PT ICA tersebut sekaligus menjadi gambaran pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menyelesaikan hambatan regulasi dan memastikan kegiatan industri tetap berjalan.

Kembali lancarnya aktivitas pengapalan alumina diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi Kalimantan Barat sekaligus memperkuat aktivitas ekspor nasional.

Momentum tersebut juga menunjukkan sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan pelaku industri dalam menciptakan kepastian usaha serta menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi di daerah. (Pendam XII/Man)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini