
Foto bersama dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya (SuaraIndo.id/Dok)
SuaraIndo.id — Pekarangan rumah yang selama ini mungkin hanya menjadi ruang kosong, kini mulai dimanfaatkan untuk menghasilkan sayuran. Hal itu terlihat dalam kegiatan program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Agronomi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui kegiatan bertajuk “Implementasi Kebun Sayuran Multifungsi Secara Vertikultur sebagai Sarana Estetika dan Edukasi Lingkungan di Pekarangan Pemukiman Desa Tanjung Baru”, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, tersebut diketuai Dr. Rofiqoh Purnama Ria, S.P., M.Si. Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan dengan cara sederhana, yakni menanam sayuran menggunakan sistem vertikultur atau bertingkat.
Menurut Rofiqoh, ide tersebut muncul dari potensi pekarangan warga yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan, meski luas lahannya terbatas.
“Program ini memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan untuk produksi sayuran secara vertikultur. Jadi, lahan yang terbatas tetap bisa digunakan untuk menanam,” kata Rofiqoh.
Ia menjelaskan, tanaman yang diperkenalkan antara lain pakcoy dan selada. Kedua jenis sayuran tersebut dipilih karena relatif cepat dipanen dan tidak membutuhkan ruang yang terlalu besar.
“Pakcoy dan selada ini umur tanamnya relatif pendek, kanopinya juga tidak terlalu besar. Jadi bukan hanya bisa dipanen dan dimanfaatkan sebagai sayuran, tetapi ketika ditata dengan baik juga bisa mempercantik pekarangan,” ujarnya.
![]() |
| Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, Dr. Rofiqoh Purnama Ria, S.P., M.Si. saat menjelaskan cara budidaya sayuran (SuaraIndo.id/Dok) |
Konsep itulah yang membuat kebun tersebut disebut sebagai kebun sayuran multifungsi. Selain menghasilkan pangan untuk keluarga, keberadaannya diharapkan membuat lingkungan rumah menjadi lebih hijau dan tertata.
Dalam program tersebut, masyarakat tidak hanya melihat contoh kebun yang sudah dibuat. Mereka juga dilibatkan dalam proses penanaman dan perawatan sehingga nantinya memiliki kemampuan untuk mengelolanya sendiri. Pendekatan ini dirancang agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Rofiqoh mengatakan, manfaat lainnya adalah memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai cara menanam sayuran di lahan terbatas.
“Harapannya, masyarakat bisa memaksimalkan ruang pekarangan untuk budidaya sayuran. Dari situ, mudah-mudahan bisa membantu memenuhi kebutuhan sayuran keluarga dan mendukung kemandirian pangan,” katanya.
Selain menghasilkan sayuran, kebun tersebut juga diharapkan menjadi sarana belajar bagi warga. Masyarakat dapat melihat langsung proses pertumbuhan tanaman, mengenali jenis sayuran, belajar merawatnya, sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.
![]() |
| Foto sistem vertikultur yang menggunakan rak bertingkat (SuaraIndo.id/Dok) |
Sistem vertikultur yang diterapkan menggunakan rak bertingkat sehingga sejumlah tanaman dapat ditanam dalam satu area tanpa membutuhkan pekarangan yang luas. Model seperti ini juga dinilai lebih rapi dan mudah dirawat.
Yang tidak kalah penting, keberadaan kebun ini diharapkan tidak hanya ramai saat program berlangsung. Setelah kegiatan selesai, masyarakat tetap didorong untuk merawat dan mengembangkan kebun secara bersama-sama.
Warga dilibatkan mulai dari penanaman, penyiraman, perawatan hingga pemanenan. Pengelolaan secara bergilir juga dapat dilakukan agar kebun tetap terawat dan terus menghasilkan.
Bagi Rofiqoh, keberhasilan program bukan hanya dilihat dari berapa banyak sayuran yang tumbuh. Lebih dari itu, ia berharap masyarakat mulai melihat pekarangan sebagai ruang yang bisa memberikan manfaat bagi keluarga.
“Jadi pekarangan itu tidak harus luas untuk bisa produktif. Dengan memanfaatkan ruang yang ada, kita bisa menghasilkan sayuran sekaligus membuat lingkungan rumah menjadi lebih hijau, asri, dan nyaman,” pungkasnya. (NS)

