
Foto bersama Kapolsek Sako, Kompol Makmun Nartawinata, S.H., M.Si., dan Wakapolsek Sako AKP Irsan Ismail (SuaraIndo.id/Dok)
SuaraIndo.id — Polsek Sako menggenjot langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan menekan risiko kebakaran hutan serta lahan di area tanggung jawabnya. Kegiatan yang dilakukan mulai dari patroli rutin, pengaturan arus lalu lintas, pemantauan titik-titik rawan, sampai menggandeng peran aktif warga.
Kapolsek Sako, Kompol Makmun Nartawinata, S.H., M.Si., menyebut tindakan pencegahan tidak menunggu setelah ada kejadian. Pihaknya mengoptimalkan pos ronda, kegiatan keliling wilayah, dan menempatkan anggota di lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan.
“Ronda dan pos kamling berfungsi untuk memutus niat dan kesempatan pelaku berbuat kejahatan,” jelas Makmun.
Di jam-jam sibuk pagi sampai sore, personel juga disiagakan di persimpangan yang sering macet. Keberadaan polisi di titik tersebut bertujuan agar lalu lintas lebih tertib sekaligus meminimalisir kerawanan.
Terkait tindak kriminal umum seperti curanmor, pembobolan rumah kosong, dan aksi kekerasan, Polsek mengajak warga lebih waspada. Tips yang diberikan antara lain memasang kunci pengaman tambahan pada motor, melengkapi rumah dengan CCTV, tidak memamerkan perhiasan di ruang publik, dan tidak mengoperasikan ponsel secara terang-terangan di jalan.
Selain pencegahan, proses hukum tetap berjalan untuk kasus yang sudah terjadi. Beberapa perkara diselesaikan lewat pendekatan restorative justice, sedangkan sisanya diproses hingga ke pengadilan.
Isu lain yang disorot adalah potensi bentrokan antar kelompok pemuda. Patroli malam diperketat, khususnya di tempat yang kerap jadi titik kumpul anak muda.
Polsek Sako juga menjalin koordinasi dengan RT/RW, tokoh warga, ormas, hingga media. Warga diminta cepat melapor jika mendengar tanda-tanda akan ada tawuran.
“Begitu ada info akan ada keributan, langsung hubungi kami. Supaya bisa dicegah sebelum meluas,” tegasnya.
Yang jadi perhatian khusus adalah keterlibatan pelajar dalam tawuran, bahkan ada yang kedapatan membawa sajam di malam hari. Menurut polisi, masalah ini tidak bisa hanya diselesaikan lewat hukum, butuh peran orang tua dan lingkungan sekitar.
Penerangan jalan umum juga jadi sorotan. AKP Irsan Ismail menyampaikan, lampu jalan yang padam bisa memicu kecelakaan dan memberi celah bagi aksi kriminal.
Pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, serta pihak terkait agar perbaikan lampu segera dilakukan. Jika ada laporan titik gelap, anggota akan cek lokasi dan menambah frekuensi patroli di sana.
Di musim kemarau yang panas saat ini, bahaya karhutla juga jadi fokus. Wilayah hukum Polsek Sako meliputi sebagian Kecamatan Sako dan Sematang Borang, seperti Sukamaju, Sukamulya, Karya Mulia, Lebung Gajah, dan Sri Mulya.
Melalui Bhabinkamtibmas, polisi gencar menyampaikan imbauan agar warga tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan memastikan kompor serta jaringan listrik aman saat ditinggal.
“Cuaca sedang sangat panas. Kami imbau masyarakat jangan bakar sampah dan jangan buang puntung rokok sembarangan,” ujar Irsan.
Selain edukasi, polisi juga siaga menerima laporan titik api. Bila terjadi kebakaran lahan, petugas bersama warga dan instansi terkait akan langsung turun untuk memadamkan agar tidak menjalar.
Warga di sekitar lahan rawan diminta segera melapor jika melihat kepulan asap atau api. Deteksi awal disebut jadi kunci agar kebakaran tidak menjadi bencana besar.
“Pencegahan tetap nomor satu. Kalau melihat api atau asap, segera laporkan supaya cepat kita tangani,” pungkasnya.
Sampai saat ini situasi kamtibmas di wilayah Polsek Sako masih kondusif. Meski begitu, potensi curanmor, tawuran, minimnya penerangan, dan karhutla tetap perlu diwaspadai bersama.
Polisi menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat. Diperlukan dukungan warga, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan semua elemen agar gangguan bisa dicegah sebelum membesar. (NS)