Delapan Bulan Jadi Desa Berdaya, Lendang Nangka Utara Mulai Rasakan Perubahan

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID -------
Pemerintah Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, mulai merasakan perkembangan setelah desa tersebut ditetapkan sebagai Desa Berdaya.

Program yang telah berjalan hampir delapan bulan itu mulai diarahkan pada penguatan ekonomi keluarga dan penanganan kemiskinan ekstrem.

Kepala Desa Lendang Nangka Utara, Muhammad Tahir, mengatakan sejumlah program telah mulai dilaksanakan melalui dukungan pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Salah satunya berupa bantuan pengembangan usaha ayam petelur bagi keluarga penerima manfaat.

Menurut Tahir, program tersebut pada tahap awal menyasar 30 kepala keluarga. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan senilai Rp7 juta yang bersumber dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Syariah NTB.

"Alhamdulillah, setelah ditetapkan menjadi Desa Berdaya, sudah hampir delapan bulan berjalan. Beberapa program sudah diturunkan, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi," kata Muhammad Tahir, 28 September 2026.

Selain pemberdayaan ekonomi, Pemdes Lendang Nangka Utara juga melakukan pemutakhiran data rumah tidak layak huni. Sebanyak 75 unit rumah masuk dalam pendataan untuk menentukan penerima manfaat program perbaikan rumah.

Tahir mengatakan proses pendataan tersebut hampir selesai. Pemerintah desa selanjutnya akan menggelar rapat bersama calon penerima manfaat untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran.

"Untuk rumah tidak layak huni sebanyak 75 unit. Insyaallah minggu ini data dan lainnya sudah selesai. Tinggal kami rapatkan dengan seluruh penerima manfaat yang ada di Desa Lendang Nangka Utara," ujarnya.


Perkuat Keterampilan Masyarakat

Program Desa Berdaya juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat. Pemerintah desa bersama instansi terkait telah beberapa kali melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan ekonomi warga.

Pelatihan tersebut melibatkan Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi. Kegiatan dilakukan secara bertahap dan berlangsung selama beberapa minggu.

Tahir menyebut pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

"Sudah beberapa kali diadakan pelatihan. Dari Dinas Perdagangan maupun Dinas Koperasi, bahkan sampai berminggu-minggu. Masyarakat diberikan ilmu dan keterampilan agar bisa keluar dari kemiskinan ekstrem," katanya.


Sasar Kemiskinan Ekstrem

Tahir menilai program Desa Berdaya memberikan ruang bagi pemerintah desa untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem. Ia menyebut jumlah keluarga miskin ekstrem di wilayahnya masih cukup tinggi sehingga membutuhkan intervensi secara bertahap dan terukur.

"Di Lendang Nangka Utara jumlah masyarakat miskin ekstrem cukup tinggi, sekitar 1.200 kepala keluarga," ungkapnya.

Menurutnya, berbagai program yang telah berjalan diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah desa menargetkan penanganan sebagian sasaran dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Selain pemberdayaan ekonomi, pemerintah desa juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial yang berkaitan dengan kesehatan dan perlindungan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain penanganan stunting, bakti sosial, serta upaya pencegahan perkawinan yang tidak sesuai dengan ketentuan usia.

Tahir mengatakan pemerintah desa tidak hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam proses penanganan berbagai persoalan sosial.

"Langkah kita sudah dirapatkan. Kita mulai dari tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh agama," katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dapat memperkuat pelaksanaan Desa Berdaya. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Share:
Komentar

Berita Terkini