Suaraindo.id – Seekor trenggiling (Manis javanica) ditemukan terjerat pukat di area tanaman cabai milik warga di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa (22/9/2026).Trenggiling yang ditemukan warga Desa Rantau Panjang, Kayong Utara. Satwa tersebut kemudian dilepasliarkan ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung.
Trenggiling yang merupakan satwa dilindungi itu ditemukan Nasir (50), warga Dusun Sepakat Jaya, saat memeriksa kebun cabainya. Pukat tersebut sebelumnya dipasang untuk mencegah ayam dan hewan liar masuk ke area tanaman.
Melihat satwa tersebut dalam kondisi terjerat, Nasir segera menyelamatkannya dan mengamankan trenggiling di dalam keranjang. Ia kemudian melaporkan temuan tersebut kepada UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kayong sekitar pukul 09.35 WIB.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Kepala UPT KPH Wilayah Kayong Ponty Wijaya bersama jajarannya dengan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.
Karena tim BKSDA sedang fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), proses pelepasliaran dilakukan oleh KPH Kayong. Kegiatan tersebut dilengkapi dokumentasi foto dan video sebagai bagian dari laporan.
Trenggiling kemudian dibawa ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana. Sekitar pukul 11.05 WIB, satwa tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Ponty mengatakan, trenggiling tersebut diduga keluar dari habitatnya akibat terdampak karhutla yang terjadi di kawasan Desa Rantau Panjang.
“Diduga kuat satwa ini terdesak keluar dari habitat aslinya akibat kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Desa Rantau Panjang,” ujar Ponty.
Menurut Ponty, kejadian tersebut menjadi gambaran bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu habitat serta pergerakan satwa liar.
Ia pun mengapresiasi kepedulian Nasir yang memilih menyelamatkan trenggiling tersebut dan melaporkannya kepada petugas, sehingga satwa dilindungi itu dapat segera ditangani dan dikembalikan ke habitat yang sesuai.
“Kami sangat mengapresiasi kehendak baik dan kepedulian Pak Nasir yang langsung menyelamatkan serta melaporkan temuan trenggiling ini kepada kami,” katanya.
Ponty mengimbau masyarakat agar tidak menangkap, memelihara, memburu maupun memperdagangkan satwa yang dilindungi.
Jika menemukan satwa dilindungi di sekitar permukiman maupun lahan perkebunan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan dan evakuasi secara tepat.
“Kesadaran masyarakat seperti inilah yang sangat kita butuhkan di tengah kondisi darurat karhutla,” pungkasnya.[SK]