Kemarau Panjang, Bupati Karolin Salurkan Air Bersih Gratis untuk Warga Ngabang

Editor: Admin author photo

Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di Kabupaten Landak membuat Bupati Karolin Margret Natasa turun langsung ke permukiman warga.
Suaraindo.id – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Landak menyebabkan sejumlah warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Bupati Landak Karolin Margret Natasa turun langsung memimpin pendistribusian air bersih gratis kepada masyarakat di Gang Damai, Dusun Hilir Kantor, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang.

Penyaluran air dilakukan di halaman Masjid Babul Hasanah. Warga tampak antusias mendatangi lokasi dengan membawa jeriken untuk mendapatkan pasokan air bersih setelah sumur-sumur mereka mulai mengering.

Sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi air yang tersisa telah bercampur lumpur dan menimbulkan rasa gatal ketika digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Karolin yang berada langsung di lokasi turut mengawal proses pengisian air dari mobil tangki. Ia memastikan distribusi dilakukan secara merata kepada warga yang mengantre.

“Nanti dia mobile, Bu. Nanti abis ini, kita isi ulang kembali,” ujar Karolin menenangkan warga di sela-sela antrean.

Sambil memantau proses pengisian air, Karolin berdialog dengan warga dan memberikan semangat kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi sumber air dapat kembali normal.

“Ayo, oke, ayo mulai kita isi airnya. Mudah-mudahan aja hujan. Air ini juga kita takut kering,” tuturnya.

Karolin menjelaskan, berkurangnya sumber air baku secara drastis berdampak terhadap pasokan air reguler ke rumah-rumah warga. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menerapkan sistem distribusi berdasarkan zona.

“Saat ini kondisi air baku kita memang kurang, sehingga pembagian air dilakukan per zona. Riam Stegung sudah tidak mengalir airnya, maka kita antisipasi dengan menambah kapasitas pompa untuk mem-backup pasokan dari Sungai Landak,” ungkap Karolin.

Menurutnya, persoalan penyediaan air bersih juga diperparah oleh kondisi Sungai Landak yang mengalami pendangkalan. Material pasir dan limbah yang mengendap menyebabkan pompa tidak dapat bekerja secara optimal.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Landak telah mengusulkan normalisasi Sungai Landak kepada pemerintah pusat melalui Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 1.

“Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Satker BWS Kalimantan 1 untuk melakukan normalisasi sungai. Permukaan Sungai Landak ini sekarang hanya 80 sentimeter, dan 30 sentimeter di antaranya adalah pasir serta limbah. Pemompaan tidak akan maksimal jika level air tidak mencapai 1,5 hingga 2 meter,” tegas Karolin.

Sementara itu, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki akan terus dilakukan pemerintah daerah secara bertahap ke wilayah yang terdampak kekeringan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dasar sekaligus penanganan darurat untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamatan Ngabang tetap terpenuhi selama musim kemarau panjang. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini