Suaraindo.id
– Kafilah Provinsi Kalimantan Barat menorehkan sejumlah capaian
pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang,
Jawa Tengah. Dari 87 anggota kafilah yang diberangkatkan, lima peserta Kalbar
berhasil masuk jajaran terbaik pada sejumlah cabang perlombaan.
MTQ Nasional XXXI Semarang, Kalbar Raih Empat Harapan Juara dan Satu Finalis Hafalan 30 Juz
Empat peserta berhasil meraih predikat juara harapan, sementara satu peserta lainnya mampu menembus babak final cabang Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Putra.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kalimantan Barat dalam ajang musabaqah Al-Qur’an tingkat nasional yang mempertemukan qari dan qariah terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Siti Farhatun Nufus menjadi salah satu peserta yang berhasil mengukir prestasi dengan meraih Harapan I pada cabang Tilawah Al-Qur’an Tuna Netra Putri.
Prestasi serupa diraih Hadyan Miftah Pratama yang memperoleh Harapan I pada cabang Hafalan Al-Qur’an 5 Juz Ma’at Tilawah Putra.
Sementara itu, Raya Salsabila meraih Harapan III pada cabang Hafalan Al-Qur’an 5 Juz Ma’at Tilawah Putri. Predikat Harapan III juga diraih Ni’matillah pada cabang Qira’at Al-Qur’an Murattal Dewasa Putri.
Capaian Kalbar semakin mencuat melalui penampilan Yusuf Mubarak pada cabang Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Putra. Ia berhasil melaju ke babak final setelah meraih nilai 97,17 pada babak penyisihan dan menempati posisi kedua dari 31 peserta.
Yusuf menjadi satu-satunya wakil Kalimantan Barat yang berhasil menembus babak final pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Kalbar, H. Rohadi, M.Si., yang hadir mewakili Kakanwil Kemenag Kalbar pada acara penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota kafilah.
“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta, pembina, pelatih, official, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada Kafilah Kalimantan Barat. Prestasi yang diraih di Semarang menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan dan kualitas generasi Qur’ani di Kalimantan Barat,” ungkap Rohadi.
Menurutnya, capaian para peserta tidak semata-mata diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari proses perjuangan, pengalaman, dan pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti kompetisi tingkat nasional.
“Kita ingin prestasi ini menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Evaluasi akan terus dilakukan agar pada MTQ Nasional berikutnya Kalimantan Barat dapat tampil semakin baik dan melahirkan lebih banyak peserta yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah resmi berakhir pada Sabtu (19/9/2026) dan ditutup oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.
Dalam ajang tersebut, Kalimantan Timur ditetapkan sebagai juara umum, sedangkan Jawa Tengah menempati posisi runner-up.
Bagi Kalimantan Barat, capaian para peserta di Semarang menjadi catatan penting dalam pembinaan generasi Qur’ani sekaligus menjadi modal untuk mempersiapkan kafilah menghadapi kompetisi nasional berikutnya. (Man)