PFI Jakarta Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau

Editor: Redaksi author photo

PFI Jakarta Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau
Suaraindo.id— Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta menggelar doa bersama untuk lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan di perairan Gunung Anak Krakatau.

Doa bersama digelar di Balai Pewarta Foto, Jalan Prof. Muhammad Yamin, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/9). Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral dari insan pers terhadap para jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dwi Pambudo, mengatakan doa bersama merupakan bentuk solidaritas insan pers untuk kelima jurnalis yang sedang dalam pencarian.

Dwi berharap proses pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat terus dilakukan secara intensif hingga menemukan titik terang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, TNI, dan Polri yang telah berupaya maksimal dalam operasi pencarian.

“Semoga lima jurnalis dan tiga awak kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat, sehat, dan kembali kepada keluarga,” ujarnya.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut yakni Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudis Tiro dari inews, Bagus dari Antara Foto Biro Banten, Daus dari Anadolu, serta Donal Usni yang merupakan freelance fotografer dan videografer.

Bagi rekan-rekan sesama jurnalis, kelima orang tersebut bukan hanya rekan kerja, tetapi juga bagian dari perjalanan profesi pers yang setiap hari berada di lapangan untuk mencari fakta dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Solidaritas terhadap kelima jurnalis juga dilakukan di berbagai daerah. Doa bersama disebut telah digelar di 22 kota di Indonesia, melibatkan berbagai organisasi dan komunitas pers, di antaranya PFI, IJTI, PWI, serta elemen masyarakat.

Dwi mengatakan solidaritas tersebut menjadi bentuk dukungan bagi para jurnalis yang dinilai tengah menjalankan tugas penting dalam mencari fakta dan menyampaikan informasi kepada publik.

“Teman-teman kita ini adalah pejuang kemerdekaan pers dan demokrasi pers. Mereka menjadi ujung tombak informasi bagi masyarakat,” kata Dwi.

Di tengah proses pencarian, insan pers juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diminta mengacu pada keterangan resmi dari lembaga berwenang agar tidak muncul informasi keliru atau hoaks yang dapat menambah beban psikologis keluarga para jurnalis dan awak kapal.

PFI  juga terus melakukan pendampingan kepada keluarga korban. Pendampingan tersebut mencakup kebutuhan logistik, penginapan, serta penyampaian perkembangan informasi dari posko pencarian di Carita.

Keluarga juga diberikan ruang untuk mengikuti proses pencarian. Bahkan, dua keluarga direncanakan akan ikut menaiki kapal TNI untuk memantau proses pencarian di lapangan.

Menurut Dwi, pendampingan terhadap keluarga akan terus dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi psikologis dan privasi mereka.

“Bagaimanapun juga keluarga membutuhkan bantuan dan dukungan dari teman-teman media maupun masyarakat,” ujarnya.

Hingga kini, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal masih terus dilakukan. Insan pers berharap operasi SAR segera menemukan titik terang dan seluruh korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Harapan keluarga, insan pers, dan masyarakat kini sama: semoga mereka segera ditemukan dan dapat kembali pulang ke rumah serta berkumpul bersama keluarga. [Zen]

Share:
Komentar

Berita Terkini