SuaraIndo.id – Polres Landak melakukan uji coba formula X-Fire sebagai metode alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.Polres Landak Uji Coba Formula X-Fire untuk Padamkan Karhutla di Lahan Gambut.
Uji coba berlangsung di lahan terbakar seluas sekitar dua hektare di Dusun Air Hitam, Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Sabtu sore (12/9/2026).
Kegiatan dipimpin Kasat Samapta Polres Landak AKP Zulianto dengan melibatkan personel Polda Kalimantan Barat dan Polres Landak. Petugas menyemprotkan formula X-Fire ke sejumlah titik api serta area gambut yang masih diduga menyimpan bara di bawah permukaan.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari mengatakan, penggunaan formula tersebut menjadi salah satu langkah inovasi untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
Menurut Devi, kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan berbeda karena api tidak selalu terlihat di permukaan. Bara dapat bertahan dan menjalar di dalam lapisan gambut sehingga berpotensi kembali memicu kebakaran.
“Kami terus berupaya melakukan inovasi dalam penanganan karhutla. Penggunaan formula X-Fire ini kami uji coba untuk membantu proses pemadaman, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih intensif karena api dan bara dapat berada di bawah permukaan tanah,” ujar Devi.
Ia menegaskan, pemadaman karhutla tidak berhenti ketika api yang terlihat berhasil dipadamkan. Pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara yang berada di dalam lapisan gambut benar-benar mati.
Dalam pelaksanaan uji coba, formula X-Fire dicampurkan dengan air menggunakan takaran tertentu. Dari satu tandon berkapasitas 1.000 liter, petugas menggunakan sekitar 800 liter air dan 200 liter cairan X-Fire dengan perbandingan 10:2.
Campuran tersebut selanjutnya diaduk hingga merata sebelum digunakan. Larutan kemudian dialirkan menggunakan sarana pendukung berupa mobil tangki air maupun mesin pompa portabel.
Untuk menjangkau bagian bawah permukaan gambut, petugas menggunakan selang dengan nozel khusus. Penyemprotan dilakukan secara terukur pada titik api maupun area yang diduga masih menyimpan bara.
Setelah penyemprotan, petugas melanjutkan proses pendinginan secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk menurunkan suhu lahan sekaligus memastikan tidak ada titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Target kami bukan hanya api terlihat padam, tetapi memastikan proses pendinginan berjalan maksimal dan tidak ada lagi titik bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali. Karena itu, proses pemadaman di lahan gambut harus dilakukan secara menyeluruh,” tegas Devi.
Polres Landak memastikan penanganan karhutla akan terus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni hingga unsur terkait lainnya.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla serta dampak kabut asap, pungkasnya. [SK]