![]() |
| Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari sejumlah komunitas menggelar unjuk rasa di kantor Maxim Kota Palembang, Senin (28/9/2026). (Dok) |
SUARAINDO.ID — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari sejumlah komunitas menggelar unjuk rasa di kantor Maxim Kota Palembang, Senin (28/9/2026). Mereka menyampaikan enam tuntutan terkait layanan dan kemitraan dengan perusahaan.
Aksi tersebut diikuti perwakilan DPW Garda Indonesia Kota Palembang, Paguyuban Trisula Nusantara, dan Komunitas Soldier 27.
Enam tuntutan yang disampaikan meliputi penghapusan program Turbo berbayar, evaluasi biaya layanan, penghentian sementara penerimaan driver baru, penghapusan PPN, evaluasi layanan customer service (CS), serta penyederhanaan menu aplikasi.
Ketua DPW Garda Indonesia Kota Palembang, Jalaludin, mengatakan tuntutan tersebut merupakan aspirasi para pengemudi yang diharapkan mendapat respons dari perusahaan.
“Kami berharap aspirasi ini mendapat perhatian dan respons dari perusahaan,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Trisula Nusantara, Sulaiman, juga meminta adanya ruang komunikasi antara pengemudi dan pihak Maxim untuk membahas tuntutan yang disampaikan.
"Kami meminta adanya kejelasan terhadap enam poin yang telah kami sampaikan,” katanya.
Para pengemudi memberikan waktu tujuh hari kepada Maxim untuk memberikan tanggapan.
Ketua Komunitas Soldier 27, Reski Muliadi, mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah lanjutan jika belum mendapat kejelasan.
“Jika belum ada kejelasan, kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan dengan melibatkan lebih banyak driver Maxim Kota Palembang,” ujar Reski.
Aspirasi tersebut juga akan diteruskan kepada kantor pusat PT Teknologi Perdana Indonesia.
Sementara itu, Maxim sebelumnya menyatakan program Turbo bersifat opsional dan tidak wajib diikuti mitra.
Mitra yang tidak mengikuti program tersebut tetap dapat menerima pesanan melalui mekanisme distribusi order standar.
Terkait penerimaan mitra baru, Maxim menyebut proses pendaftaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah serta perkembangan permintaan layanan. ***
