Universitas Sjakhyakirti Wisuda 357 Sarjana dan Magister, Alumni Didorong Jadi Pemimpin Pemecah Masalah

Editor: Nisa author photo

Foto bersama Rektor Universitas Sjakhyakirti, Dr. Maulan Irwadi, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CAAT (SuaraIndo.id/Dok)

SuaraIndo.id
– Sebanyak 357 lulusan Universitas Sjakhyakirti (Unisti) resmi menyandang gelar akademik dalam Wisuda ke-46 Program Sarjana (S1) dan Wisuda ke-25 Program Magister (S2), Sabtu (19/9/2026).

Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Palembang itu tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik. Para lulusan juga didorong untuk mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Sumatera Selatan.

Rektor Universitas Sjakhyakirti, Dr. Maulan Irwadi, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CAAT, mengatakan para wisudawan harus memandang kelulusan sebagai awal dari perjalanan baru. Menurutnya, perubahan zaman menuntut lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mampu melahirkan inovasi lintas disiplin ilmu.

“Gelar akademik bukanlah garis finis, melainkan titik awal untuk beradaptasi di era Society 5.0,” ujar Maulana dalam pidato pengarahannya.

Ia menekankan, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi harus dapat diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ilmu yang diperoleh harus menjadi dasar kokoh untuk beradaptasi dan menciptakan masyarakat yang lebih baik. Mulai dari teknologi pertanian berkelanjutan, manajemen digital, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Fakultas Ilmu Komputer, jangan pernah berhenti belajar,” tegasnya.

Dari 357 wisudawan, sebanyak 238 merupakan lulusan program S1 yang berasal dari enam fakultas, yakni Fakultas Pertanian, Ekonomi, Administrasi, Ilmu Komputer, Hukum, serta FKIP.

Sementara itu, 119 wisudawan lainnya merupakan lulusan program Magister (S2) dari Program Studi Administrasi Publik dan Agribisnis.

Maulana berharap para lulusan tidak hanya mengandalkan ijazah ketika memasuki dunia profesional. Mereka diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sekaligus menangkap peluang di berbagai sektor strategis, terutama pariwisata, kuliner, dan kewirausahaan.

Di tengah suasana kebahagiaan para wisudawan dan keluarga, Universitas Sjakhyakirti juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa yang telah membawa nama baik almamater di tingkat nasional.

Apresiasi diberikan kepada Aditama yang menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Nasional 2025. Penghargaan juga diberikan kepada Muhammad Iqbal Ramadan dan Rinjani yang dinobatkan sebagai Relawan Pajak Terbaik.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari catatan penting perjalanan akademik Unisti, sekaligus menunjukkan bahwa capaian mahasiswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik di dalam kampus.

Pesan serupa disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan, Kurniawan, yang hadir mewakili Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

Dalam sambutannya, Kurniawan mengingatkan para alumni agar tidak berhenti pada pencapaian memperoleh gelar sarjana maupun magister. Mereka diminta berani mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang menyelesaikan masalah. Tanamkan dalam diri: apa yang bisa saya berikan untuk daerah ini?” ujar Kurniawan, menyampaikan pesan Gubernur Herman Deru.

Ia juga mendorong para alumni untuk ikut memperkuat perekonomian daerah. Potensi Sumatera Selatan di bidang pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya kuliner, dinilai dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

Sidang Senat Terbuka tersebut turut dihadiri perwakilan LLDIKTI Wilayah II, Dinas Pendidikan, Polda Sumsel, serta sejumlah undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Menutup rangkaian wisuda, Universitas Sjakhyakirti juga menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan tenaga pendidik, salah satunya melalui pengembangan program doktor.

Suasana haru dan bahagia kemudian mewarnai sesi foto bersama para wisudawan. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan pantun khas Melayu Palembang yang menjadi simbol doa dan harapan agar 357 lulusan tersebut mampu melangkah ke dunia profesional dengan membawa ilmu, integritas, serta nilai-nilai budaya yang telah mereka dapatkan selama berada di almamater. (NS) 

Share:
Komentar

Berita Terkini