8 Dosen STAI JF Subulussalam Tampil di Seminar Internasional ICISSS 2026 di Malaysia

Editor: Redaksi author photo

Delapan dosen STAI Jannatul Firdaus (STAI JF) Kota Subulussalam, Aceh, berfoto bersama usai menerima sertifikat sebagai pemakalah dalam International Conference on Islamics Studies and Social Sciences (ICISSS) 2026 di Kompleks Alumni, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia, Jum'at (02/10/2026). Foto: Ist
Suaraindo.id– Delapan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Jannatul Firdaus (STAI JF) Kota Subulussalam, Aceh, berhasil menembus forum akademik internasional dengan tampil sebagai pemakalah dalam International Conference on Islamic Studies and Social Sciences (ICISSS) 2026 di Malaysia.

Konferensi internasional tersebut digelar di Kompleks Alumni, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi, Selangor, Malaysia. Kegiatan ini diselenggarakan Alumni Center UniSZA dan UniSZA Alumni Indonesia International Chapter (CAAU) bekerja sama dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia.

Salah seorang peserta, Agustari Husni, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan informasi tersebut dari Malaysia kepada media ini, Jumat (2/10/2026).

Keikutsertaan delapan dosen STAI JF dalam forum akademik internasional tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas dan publikasi hasil penelitian dosen.

Ketua STAI JF Kota Subulussalam mengatakan, keikutsertaan para dosen di ICISSS 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan kapasitas akademik kampus di tingkat internasional.

“Alhamdulillah, delapan dosen kita lolos sebagai pemakalah di ICISSS 2026 di UKM Malaysia. Ini menjadi langkah besar untuk membawa nama STAI JF dan Kota Subulussalam ke tingkat internasional,” ujarnya.

Adapun delapan dosen yang tampil dengan topik riset aktual tersebut yakni:

1. Dr. Agus Suryadi, M.Pd dengan kajian Analisis Utilitas Smart Contract Blockchain dalam Bermuamalah.
2. Agustari Husni, S.Pd.I., M.Pd membahas Dari Mimbar ke Algoritma: Transformasi Dakwah Digital dan Pergeseran Otoritas Keagamaan.
3. Zainuddin, S.HI., MH mengangkat tema Etika Penggunaan AI Perspektif Hukum Islam.
4. Khairatun Nisa Pohan, S.Pd.I., M.Pd dengan topik Islam dan Perspektif Etika dalam Kehidupan Modern.
5. Faridah, Lc., MH memaparkan Ketika Dakwah Bertemu Teknologi: Transformasi Dakwah di Dunia Digital.
6. Hj. Fitriyanti Chaniago, S.Ag., M.Pd membahas Peran Keluarga Muslim Menjaga Nilai Moral Anak di Tengah Arus Digitalisasi.
7. Intan, SE dan 8. Rosmaini, M.Pd sebagai peserta pendamping.

Menurut Agustari, tema-tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, terutama perpaduan antara nilai-nilai keislaman dengan kemajuan teknologi.

"Seminar internasional ini bukan sekadar ajang presentasi makalah, tetapi juga momentum membangun jejaring global, memperkuat reputasi akademik, dan membuka wawasan multikultural dalam menjawab persoalan umat," jelasnya.

Ia berharap, keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berani tampil di forum internasional. (M. Adhar).

 

Share:
Komentar

Berita Terkini