BPBD Lotim Jajaki Kerja Sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center

Editor: nanang author photo


SUARAINDO.ID -------
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur menjajaki kerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, mulai dari upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan saat terjadi bencana.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, mengatakan, kerja sama tersebut didasari kesamaan karakteristik ancaman bencana antara Kabupaten Lombok Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurutnya, kedua daerah sama-sama pernah mengalami gempa bumi pada 2018 serta memiliki ancaman bencana akibat aktivitas gunung berapi. Selain itu, terdapat sekitar 11 jenis ancaman bencana yang perlu diantisipasi di Lombok Timur.

“Kalau dilihat dari karakteristiknya, Kabupaten Lombok Timur memiliki kemiripan dengan Yogyakarta. Keduanya pernah mengalami bencana gempa bumi dan sama-sama memiliki ancaman aktivitas gunung berapi,” ujar Lalu Muliadi.

Ia menjelaskan, berdasarkan dokumen kajian risiko bencana, Lombok Timur menghadapi beragam potensi bencana, di antaranya erupsi gunung berapi, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, cuaca ekstrem, tsunami, dan kekeringan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat sistem respons terhadap kejadian darurat.

Lalu Muliadi mengungkapkan, salah satu kebutuhan mendesak BPBD Lombok Timur adalah penguatan sistem pencarian dan pertolongan yang aplikatif, khususnya dalam menentukan lokasi kejadian secara cepat dan akurat.

Menurutnya, keterlambatan memperoleh informasi mengenai titik lokasi kecelakaan atau kejadian darurat dapat memengaruhi kecepatan personel dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.

“Ketika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat, kita membutuhkan informasi lokasi yang jelas agar proses pencarian dan pertolongan dapat dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Karena itu, BPBD Lombok Timur memandang kerja sama dengan MDMC sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan kelembagaan, memperkuat kompetensi personel, serta mengembangkan sistem penanggulangan bencana yang lebih efektif.

Terlebih, Lombok Timur memiliki kawasan strategis pariwisata dan destinasi unggulan yang menjadi potensi ekonomi daerah. Namun, di balik potensi tersebut, terdapat risiko bencana yang perlu diantisipasi melalui perencanaan dan mitigasi yang matang.

Lalu Muliadi menyebutkan, proses penjajakan kerja sama telah melalui sejumlah tahapan, termasuk survei lapangan di kawasan Sembalun, diskusi dengan para pemangku kepentingan, serta pembahasan mengenai ruang lingkup kerja sama.

Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat memperkuat sinergi antara BPBD, MDMC, dan berbagai pihak terkait dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.

“BPBD menyiapkan personel dan parameter yang dibutuhkan. Selanjutnya, kami berharap kedua pihak dapat saling melengkapi untuk memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Lombok Timur,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini