Suaraindo.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat mendukung upaya Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) Kalbar untuk meraih prestasi tiga besar dalam ajang Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) Nasional XII Tahun 2026 di Provinsi Jambi.
Kemenag Kalbar Dukung LPTG Raih Tiga Besar di STG Nasional XII
Dukungan tersebut mengemuka saat Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis menerima audiensi pengurus LPTG Kalbar di Pontianak, Selasa (13/10/2026). Pertemuan itu membahas koordinasi dan persiapan kontingen Kalbar menghadapi kompetisi keagamaan Buddha tingkat nasional tersebut.
Ketua LPTG Kalbar, Steven Groatness, menyampaikan bahwa audiensi dilakukan untuk memohon arahan sekaligus menyampaikan perkembangan persiapan kontingen. STG Nasional XII yang semula dijadwalkan berlangsung pada 3–7 November 2026 di Provinsi Jambi, diinformasikan mengalami penundaan hingga Desember 2026.
Kontingen Kalbar berencana mengikuti seluruh 11 cabang perlombaan yang dipertandingkan. Sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari pelatihan peserta hingga koordinasi dengan lembaga keagamaan Buddha dan instansi terkait.
LPTG Kalbar juga membidik posisi tiga besar pada sejumlah kategori yang dinilai potensial. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui persiapan yang terarah, pembinaan peserta, serta dukungan berbagai pihak.
Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menyambut baik kedatangan pengurus LPTG dan mengapresiasi kesungguhan mereka dalam mempersiapkan kontingen, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Ia menekankan bahwa kebijakan efisiensi perlu disikapi secara bijak agar tidak mengurangi komitmen dalam memberikan pelayanan keagamaan dan mendukung pengembangan potensi umat.
Menurutnya, penundaan jadwal pelaksanaan STG Nasional XII dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan berbagai persiapan, termasuk perencanaan transportasi, akomodasi, dan kesiapan peserta.
Selain itu, ia mendorong LPTG menyusun perencanaan kegiatan secara berkelanjutan melalui pengusulan anggaran yang terencana. Pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efektivitas pembinaan dan seleksi peserta.
Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ialah pelaksanaan seleksi secara daring dan babak final secara luring, dengan tetap memperhatikan kebutuhan kegiatan serta kemampuan anggaran.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Kalbar, Yanto, serta pengurus LPTG Kalbar, yakni Sujono, Budi Purwanto, Rasidi, dan Adjung.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan proposal LPTG Kalbar kepada Kakanwil Kemenag Kalbar sebagai bagian dari koordinasi dan upaya memperoleh dukungan terhadap persiapan kontingen.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan Kalbar menghadapi STG Nasional XII, sekaligus mendorong pembinaan umat Buddha yang berkelanjutan. Keterbatasan anggaran diharapkan tidak menjadi penghalang untuk berprestasi, melainkan momentum memperkuat inovasi, kolaborasi, dan kerukunan antarumat beragama. [man]