Suaraindo.id
— Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla),
Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN)
membagikan ribuan masker medis dan KN95 kepada masyarakat, Selasa (13/10/2026)..jpeg)
Lembaga Anti Narkotika (LAN) bersama dinas Kesehatan Ketapang saat membagikan Masker di simpang lampu merah Polres Ketapang. (Suaraindo.id/ist).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai itu menyasar sejumlah titik keramaian, pasar, sekolah, serta kawasan warga yang rentan terpapar asap di sekitar Manismata dan pusat Kota Ketapang.
Aksi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Ketapang Nomor 59 Tahun 2026 tentang Gerakan Antisipasi Dampak Kesehatan Kabut Asap. Di lapangan, pembagian masker disertai edukasi mengenai risiko paparan asap terhadap kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, M.M., mengatakan perlindungan kesehatan masyarakat perlu menjadi perhatian serius ketika kualitas udara memburuk.
“Tidak hanya membagikan masker, kami juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melindungi diri dari paparan kabut asap. Partikel halus PM2.5 dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” ujarnya.
Menurut dia, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap menebal. Penggunaan masker yang sesuai juga menjadi salah satu langkah perlindungan, meski bukan pengganti upaya mengurangi paparan asap.
Ketua LAN Kabupaten Ketapang, Uti Iskandar, S.AP, M.Si, mengatakan keterlibatan lembaganya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
“Ini merupakan wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin hadir secara langsung, membantu warga menghadapi dampak kabut asap, sekaligus mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan,” ungkapnya.
Pembagian masker dapat membantu masyarakat mengurangi paparan partikel, tetapi persoalan kabut asap tidak selesai hanya dengan membagikan alat pelindung pernapasan.
Selama asap masih menyelimuti permukiman, warga tetap menghadapi risiko kesehatan. Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan membutuhkan perhatian lebih, terutama ketika kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat atau berbahaya.
Karena itu, gerakan penggunaan masker perlu disertai pemantauan kualitas udara, edukasi kesehatan, pembatasan aktivitas luar ruangan saat diperlukan, serta penanganan sumber kebakaran secara konsisten.
Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengimbau agar gerakan perlindungan kesehatan diperluas hingga desa dan kelurahan.
Pesannya sederhana: pasang masker, jaga kesehatan. Namun, di balik pesan itu, ada pekerjaan yang lebih besar memastikan masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak kabut asap. [AH]