Klarifikasi Maxim Indonesia Jawab Tuntutan Driver Ojol Palembang Termasuk Program Turbo

Editor: Redaksi author photo
MAXIM INDONESIA - Potret driver online Maxim. Mereka memberikan klarifikasi terkait sejumlah tuntutan driver online di Palembang, termasuk Program Turbo Prioritas. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Dok) 


SUARAINDO.Id — Maxim Indonesia memberikan klarifikasi terkait aksi dan sejumlah tuntutan yang disampaikan komunitas pengemudi ojek online (ojol) di Palembang pada Senin (28/9/2026) lalu.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai aspirasi mitra pengemudi yang menyoroti sejumlah kebijakan dan mekanisme layanan Maxim.

Director Development Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan pihaknya menghargai perhatian, masukan, kritik, dan saran yang disampaikan para mitra pengemudi.

Menurutnya, sejumlah informasi mengenai mekanisme layanan perlu dijelaskan agar masyarakat mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan berimbang.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah program Turbo yang sebelumnya dipersoalkan sebagian pengemudi.

Dirhamsyah menjelaskan, program Turbo merupakan program opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi.

“Program Turbo tersedia bagi mitra yang ingin mendapatkan prioritas lebih tinggi selama lima jam dengan biaya tertentu. Keikutsertaan dalam program Turbo bersifat sukarela dan dapat menjadi pilihan bagi mitra yang menjalankan aktivitas sebagai pengemudi secara paruh waktu,” jelas Dirhamsyah dalam klarifikasi tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (3/10/2026).

Maxim menyebut pengemudi yang tidak mengikuti program Turbo tetap dapat menerima pesanan dan memperoleh penghasilan melalui mekanisme standar distribusi order yang berlaku di aplikasi.

Komisi Maxim 0-8 Persen

Selain program Turbo, Maxim Indonesia turut menjelaskan mengenai komisi aplikasi.

Menurut Dirhamsyah, Maxim menerapkan komisi sesuai ketentuan yang berlaku dengan besaran berada pada rentang 0 hingga 8 persen.

Sementara itu, biaya platform telah diperhitungkan berdasarkan tarif dasar perjalanan dan tidak dibayarkan secara terpisah oleh mitra pengemudi.

“Biaya tersebut digunakan untuk mendukung operasional, pemeliharaan layanan, serta pengembangan teknologi dan berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi agar dapat beroperasi dengan baik,” ujarnya.

Maxim Jelaskan Soal Tarif dan Penghasilan Driver

Terkait persoalan tarif perjalanan, Maxim menyatakan terus berupaya menjaga tarif layanan agar tetap dapat dijangkau masyarakat sebagai pengguna.

Di sisi lain, perusahaan menyebut pengemudi yang aktif menerima dan menyelesaikan pesanan memiliki kesempatan memperoleh penghasilan di atas rata-rata.

Maxim mengatakan upaya menjaga keseimbangan antara tarif yang terjangkau bagi pelanggan dan kesempatan penghasilan bagi mitra pengemudi terus dilakukan.

“Pengemudi yang aktif menerima dan menyelesaikan pesanan dapat memperoleh penghasilan di atas rata-rata,” kata Dirhamsyah.

“Oleh karena itu, kami akan terus menjaga tarif perjalanan tetap terjangkau bagi pelanggan, sekaligus memberikan kesempatan kepada mitra pengemudi untuk memperoleh penghasilan selama mereka bersedia dan aktif bekerja,” sambungnya.

Pendaftaran Driver Baru Masih Dibuka

Mengenai jumlah mitra pengemudi, Maxim Indonesia menyatakan kesempatan untuk bergabung sebagai mitra masih terbuka bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, perusahaan secara berkala melakukan evaluasi kebutuhan mitra pengemudi dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan layanan di masing-masing wilayah.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pengemudi dan kebutuhan pengguna atau supply and demand.

“Pertumbuhan jumlah mitra pengemudi merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan layanan dan kebutuhan pengguna,” ujar Dirhamsyah.

Menurut Maxim, jumlah pesanan juga terus bertumbuh seiring perkembangan pasar dan meningkatnya popularitas layanan Maxim.

Maxim Ajak Driver Sampaikan Aspirasi Lewat Dialog

Dirhamsyah menegaskan pihaknya menghormati berbagai masukan, kritik, dan saran yang disampaikan para mitra pengemudi.

Setiap aspirasi yang diterima, kata dia, akan dicermati dan diproses sesuai prosedur yang berlaku.

Maxim juga menyatakan akan terus melakukan peningkatan pelayanan, baik kepada pengguna maupun mitra pengemudi.

Perusahaan mendorong agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui ruang dialog yang inklusif sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka.

Di tengah adanya aksi dan tuntutan dari sebagian pengemudi di Palembang, Maxim memastikan layanan perusahaan tetap berjalan normal.

“Layanan Maxim tetap berjalan secara normal dan pengguna tetap dapat memesan layanan Maxim di aplikasi,” ujarnya.

Perusahaan juga mengimbau seluruh pengemudi untuk tetap menjaga ketertiban umum dan tidak mudah terprovokasi.

Klarifikasi tersebut disampaikan Maxim Indonesia sebagai tanggapan atas pemberitaan mengenai aksi ratusan pengemudi online di Palembang serta sejumlah tuntutan yang disampaikan terhadap perusahaan. ***

Share:
Komentar

Berita Terkini