SUARAINDO.ID ------- Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Regional Office XII Surabaya Bali Nusra menandatangani kesepakatan bersama tentang pemanfaatan jasa keuangan perbankan.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin berharap, kesepakatan yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), tetapi diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Bupati, kedua pihak perlu duduk bersama untuk mengidentifikasi berbagai potensi kerja sama, termasuk pengembangan produk dan layanan perbankan syariah yang sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Ia menekankan pentingnya kerja sama yang produktif, berkelanjutan, dan menghasilkan dampak nyata.
Bupati juga mengapresiasi BSI atas penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Baznas RI. Ia berharap pola kolaborasi serupa dapat dikembangkan bersama berbagai lembaga di Lombok Timur, baik instansi vertikal maupun lembaga lainnya.
Selain memperkuat layanan keuangan, Bupati menilai kerja sama dengan BSI menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan, khususnya dalam pemanfaatan layanan perbankan dan digitalisasi transaksi.
Melalui sistem keuangan yang semakin terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan, dan meminimalkan potensi kebocoran dalam pengelolaan keuangan daerah.
Sementara itu, Regional Chief Executive Officer Region Office XII BSI Wilayah Surabaya Bali Nusra, Muhammad Arif Gunawan, menyatakan komitmen BSI untuk mendukung berbagai sektor pembangunan di Lombok Timur, terutama kesehatan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Arif, kesepakatan tersebut harus ditindaklanjuti dengan langkah teknis dan program yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kerja sama ini tidak hanya hitam di atas putih, tetapi harus benar-benar diimplementasikan. Banyak hal yang bisa kita alokasikan bersama untuk mendukung program-program di Lombok Timur,” ujarnya.
Arif menjelaskan, BSI ingin mengambil peran secara menyeluruh melalui penguatan ekosistem layanan, termasuk sektor kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan agen-agen kesehatan serta integrasi layanan berbasis digital untuk memperluas akses masyarakat.
Penguatan teknologi digital menjadi bagian penting dari strategi BSI dalam membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi dan mudah diakses.
Di sisi lain, BSI berkomitmen memperkuat dampak sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut diharapkan dapat berjalan lebih mendalam, cepat, dan efektif, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Arif juga berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan ruang bagi BSI untuk berkolaborasi dengan seluruh komponen pemerintah dalam upaya kuratif maupun preventif di bidang kesehatan.
Ia memastikan jajaran BSI akan menindaklanjuti kesepakatan bersama tersebut melalui kerja sama teknis dengan perangkat daerah terkait.
“Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami berkomitmen memberikan yang terbaik dan menerjemahkan MoU ini ke dalam kerja sama teknis berikutnya, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun sektor lainnya. Kami percaya kolaborasi ini akan menghadirkan hasil yang berbeda,” katanya.
Melalui kesepakatan tersebut, Pemkab Lombok Timur dan BSI diharapkan dapat membangun sinergi yang lebih konkret dalam pemanfaatan jasa keuangan perbankan, memperkuat digitalisasi layanan, serta mendukung program pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
