Suaraindo.id
– PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli terus memperkuat kapasitas
masyarakat Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, dalam menghadapi
potensi bencana. Setelah mendukung pemetaan risiko dan penyusunan SOP tanggap
darurat, PLN Peduli bersama Forum Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) Siantan
Hilir melaksanakan Sosialisasi Penanggulangan Bencana pada 9 September 2026..jpeg)
Sosialisasi Penanggulangan Bencana pada 9 September 2026.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian program penguatan Kelurahan Tangguh Bencana Siantan Hilir yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko bencana, kesiapsiagaan, jalur evakuasi, serta langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan ini melengkapi penyusunan peta risiko dan jalur evakuasi pada 5 September 2026 serta penyusunan SOP tanggap darurat pada 8 September 2026. Melalui sosialisasi, berbagai instrumen kesiapsiagaan yang telah disusun diharapkan dapat dipahami oleh masyarakat sehingga dapat diterapkan saat dibutuhkan.
Lurah Siantan Hilir, Erin Febrianty, S.STP., M.AP, mengatakan keterlibatan masyarakat merupakan faktor penting dalam membangun ketangguhan wilayah.
"Masyarakat merupakan unsur yang berada paling dekat ketika suatu kejadian darurat terjadi. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui potensi risiko di lingkungannya, memahami jalur evakuasi, dan mengetahui tindakan awal yang harus dilakukan. Semakin baik pemahaman masyarakat, semakin baik pula kesiapan lingkungan kita," kata Erin.
Camat Pontianak Utara, Indrawan Tauhid, S.STP., M.Si, mengatakan edukasi mengenai kebencanaan perlu terus dikembangkan agar kesiapsiagaan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
"Kita ingin kesadaran terhadap bencana tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri. Kesiapsiagaan bukan semata-mata tugas pemerintah atau petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Sosialisasi menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran tersebut," ujar Indrawan.
General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menyampaikan bahwa edukasi menjadi bagian penting dari pendekatan PLN Peduli dalam mendukung program Kelurahan Tangguh Bencana.
"Peta, SOP, maupun peralatan akan memberikan manfaat yang lebih optimal apabila masyarakat memahami fungsi dan cara menerapkannya. Karena itu, peningkatan pengetahuan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program ini," ujar Susilo.
Setelah mendapatkan pemahaman melalui sosialisasi, Forum Keltana dan masyarakat Siantan Hilir selanjutnya akan diperkuat melalui pelatihan penanggulangan bencana. Tahapan tersebut diharapkan dapat mengubah pengetahuan menjadi keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam menghadapi keadaan darurat. [rls]