SUARAINDO.ID --------- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mendorong Dinas terkait melakukan pendataan secara khusus terhadap dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika, terhadap sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lombok Timur.
Menurut Edwin, data tersebut penting untuk mengukur sejauh mana limpahan ekonomi dari ajang balap motor internasional itu dirasakan masyarakat Lombok Timur, baik melalui kunjungan wisatawan, tingkat hunian penginapan, maupun keterlibatan pelaku UMKM.
Tingginya jumlah pengunjung MotoGP tidak serta-merta menggambarkan besarnya manfaat ekonomi yang diterima daerah.
Karena itu, diperlukan data yang lebih terperinci, khususnya mengenai jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang memilih menginap atau berwisata di Lombok Timur selama penyelenggaraan MotoGP.
“Lombok Timur berharap dari tahun ke tahun memiliki data berapa limpahan wisatawan yang masuk ke daerah kita, baik turis mancanegara maupun domestik. Kita juga ingin mengetahui apakah ada peningkatan keikutsertaan UMKM dalam event MotoGP,” ujarnya, Kamis 15 Oktober 2026.
Edwin menjelaskan, Lombok Timur memiliki sejumlah destinasi yang berpotensi menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian di kawasan utama penyelenggaraan MotoGP. Salah satunya Tetebatu yang menawarkan suasana alam dan pengalaman wisata berbeda.
Selain jumlah kunjungan wisatawan, pemerintah daerah juga perlu menghitung tingkat pemanfaatan kapasitas penginapan di Lombok Timur selama periode MotoGP. Data tersebut dapat menjadi dasar untuk menganalisis dampak ekonomi secara lebih terukur.
Menurutnya, data makro mengenai perputaran uang dan jumlah kunjungan wisatawan di tingkat provinsi perlu dilengkapi dengan data khusus Lombok Timur. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat menyusun strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Secara khusus, Lombok Timur juga harus punya data sendiri untuk menganalisis dampaknya. Setelah itu, baru kita bisa menyusun strategi apa yang harus dilakukan,” katanya.
Perluas Akses UMKM ke MotoGP
Edwin juga menyoroti perlunya memperluas kesempatan bagi UMKM Lombok Timur untuk terlibat dalam kegiatan MotoGP. Menurutnya, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala akses untuk memasarkan produk di kawasan event.
Ia mencontohkan, sejumlah UMKM yang telah menjadi mitra atau binaan lembaga tertentu relatif lebih mudah memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi. Sementara itu, pelaku UMKM lain masih menghadapi keterbatasan akses dan persyaratan kemitraan.
Karena itu, ia mendorong Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi serta UKM Lombok Timur untuk lebih aktif mencari peluang agar semakin banyak produk lokal dapat dipasarkan dalam ajang internasional tersebut.
Edwin menyebutkan, Lombok Timur memiliki puluhan ribu UMKM yang berpotensi dikembangkan. Namun, pemerintah daerah perlu memetakan jumlah pelaku usaha yang memenuhi persyaratan, jenis produk yang dapat ditawarkan, serta peluang pemasaran yang tersedia selama MotoGP.
“Dinas terkait harus memahami dan mencari celah agar UMKM kita semakin banyak yang bisa ikut serta dalam event itu. Kita perlu tahu berapa yang berpeluang masuk dan apa yang bisa kita tawarkan kepada penyelenggara,” tegasnya.
Optimalkan Gerakan Ekonomi Kreatif
Sebagai salah satu upaya membuka akses pasar, Edwin menyampaikan rencana mengaktifkan kembali gerakan ekonomi kreatif melalui komunitas GKRAB di Lombok Timur, dengan menjalin sinergi bersama GKRAB NTB dan pemerintah daerah.
Melalui jalur tersebut, pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat memperoleh kesempatan untuk memasarkan produk, termasuk merchandise dan produk unggulan daerah, dalam rangkaian kegiatan MotoGP.
Ia juga mendorong optimalisasi peran Rumah BUMN dan jejaring kemitraan yang telah berjalan. Produk lokal seperti black garlic dan berbagai produk olahan lainnya dinilai berpotensi untuk dipromosikan kepada pengunjung.
Edwin berharap, keterlibatan UMKM Lombok Timur tidak hanya bergantung pada jalur kemitraan yang sudah ada, tetapi juga diperluas melalui koordinasi lintas organisasi dan perangkat daerah.
Dengan pendataan yang lebih baik, akses pemasaran yang terbuka, serta strategi promosi yang terarah, penyelenggaraan MotoGP di Mandalika diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat Lombok Timur.
Pemerintah daerah pun diharapkan mampu menjadikan momentum MotoGP sebagai peluang untuk memperkuat sektor pariwisata, memperluas pasar produk lokal, dan meningkatkan partisipasi UMKM secara berkelanjutan.
