suaraindo.id — Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Delapan produk inovatif karya anak bangsa berhasil meraih Good Design Award (G-Mark) 2025 di Tokyo, Jepang. Pencapaian ini bukan hanya menandai keberhasilan sektor kreatif nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi global berbasis desain berkelanjutan.
G-Mark, yang dikenal sebagai salah satu penghargaan desain paling bergengsi di dunia, diberikan kepada produk yang dinilai unggul dalam aspek fungsi, estetika, inovasi, dan dampak sosial-lingkungan. Delapan produk Indonesia yang berhasil menembus seleksi ketat di antaranya Popsiklus Origami Picnic Bag, Manchester Armchair – Eco Series, Plus System, K6 Transport Stretcher, Digital Column Scale, Meguru Ceramic Wall Tile, Robries Polymer Sheet (RPS), dan Jetbus Transit Electric.
Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kreativitas Indonesia tidak hanya berorientasi pada pasar domestik, tetapi telah menjadi bagian dari ekosistem desain global yang mengedepankan keberlanjutan.
“Desain bukan lagi sekadar estetika, tetapi bahasa diplomasi baru. Melalui karya kreatif, kita membangun citra Indonesia sebagai bangsa yang adaptif, inovatif, dan peduli lingkungan,” ujarnya di sela penganugerahan di Ariake Garden, Tokyo.
Desain sebagai Wajah Diplomasi Ekonomi Baru
Capaian G-Mark 2025 menjadi bukti bahwa Good Design Indonesia (GDI) — kompetisi desain nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan — berhasil menjadi jembatan strategis menuju pengakuan dunia. Sejak kerja sama resmi antara Japan Institute of Design Promotion (JDP) dan Kemendag pada 2017, GDI menjadi pintu masuk produk Indonesia menuju ajang internasional G-Mark di Jepang.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari ekosistem yang kuat antara pemerintah, desainer, dan industri kreatif.
“Kita tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi tentang strategi jangka panjang. Desain menjadi instrumen diplomasi ekonomi yang mengangkat nilai tambah ekspor dan memperkuat daya saing bangsa,” ungkapnya.
Tema GDI tahun ini, “Good Design, Good Impact: Sustainability & Adaptive Design”, menyoroti pentingnya inovasi yang berdampak sosial dan lingkungan. Pendiri Popsiklus, Kurniati Sugihrehardja, menyebut bahwa keberhasilan meraih G-Mark adalah bukti kolaborasi antara ide kreatif dan kebijakan pemerintah yang visioner.
“Kami tidak hanya merancang produk, tetapi berkontribusi terhadap cara hidup baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” katanya.
Menuju Ekosistem Desain Berkelas Dunia
Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Tokyo terus memperkuat jejaring promosi dengan JETRO, ASEAN-Japan Centre (AJC), dan berbagai mitra industri Jepang. Dukungan ini memastikan bahwa produk-produk berlabel G-Mark dari Indonesia tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki peluang ekspor yang nyata.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ari Satria, menambahkan bahwa fokus pemerintah kini adalah menjadikan desain sebagai strategi ekonomi kreatif nasional.
“Kita ingin agar desain Indonesia hadir tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga solusi. Desain yang menjawab tantangan zaman — dari efisiensi energi hingga gaya hidup hijau,” tegasnya.
Dengan delapan penghargaan G-Mark 2025, Indonesia membuktikan diri sebagai kekuatan baru dalam desain berkelanjutan Asia. Lebih dari sekadar penghargaan, pencapaian ini menjadi momentum penting untuk memperkuat brand nasional Indonesia sebagai negara pencipta inovasi yang memberi dampak global.













