Menkop Budi Arie Setiadi Targetkan 60 Juta Anggota Koperasi, Dorong Revitalisasi dan Percepatan Digitalisasi

  • Bagikan
Arsip: Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.SUARAKALBAR.CO.ID.

Suaraindo.id – Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi berkomitmen untuk meningkatkan jumlah anggota koperasi di Indonesia hingga mencapai 60 juta jiwa, dari saat ini yang baru berjumlah sekitar 25 juta jiwa. Upaya ini sejalan dengan visi untuk menggerakkan ekonomi nasional melalui koperasi, sebagaimana perannya di negara-negara maju. “Dengan populasi Indonesia hampir 300 juta jiwa, anggota koperasi kita belum mencapai 10 persen. Di negara-negara maju, koperasi adalah tulang punggung ekonomi, dengan lebih dari 50 persen penduduknya tergabung sebagai anggota koperasi,” ujar Budi, Jumat (8/11/2024).

Menurut Budi Arie, jumlah anggota merupakan indikator penting dari kinerja koperasi yang baik. Namun, koperasi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk stagnasi pertumbuhan anggota dan penurunan citra akibat kasus mismanajemen di beberapa koperasi besar. Guna mengatasi masalah ini, Budi Arie menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh di sektor koperasi.

Sebagai bentuk komitmen revitalisasi, Menkop Budi Arie telah memulai pertemuan bulanan dengan para pemangku kepentingan koperasi, bertujuan untuk membahas kendala yang dihadapi koperasi dan mencari solusi kolaboratif. “Pembenahan ini harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk peningkatan kualitas manajemen dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi,” jelasnya.

Selain itu, Budi menekankan pentingnya percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian, mengingat Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dianggap sudah tidak relevan di era digital ini. “RUU Perkoperasian sangat penting untuk memperkuat koperasi dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk adaptasi digital yang menjadi kebutuhan utama dalam ekonomi modern,” tegas Budi Arie.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan koperasi di Indonesia akan tumbuh dan mampu menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang berdaya saing, berkontribusi signifikan terhadap pemerataan ekonomi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan